My Blog


Jumat, 23 Desember 2011

Pertemuan ke – 4 Kewiraswastaan dan Perusahaan Kecil

Nama              : Ani Puji Lestari
Kelas               : 1EB07
Npm                : 20211909
Fak / Jurusan : Ekonomi / Akuntansi

1.      Kewiraswastaan, wiraswasta, wiraswastawan.
Kewiraswastaan (Enterpreneurship) adalah kemampuan dan kemauan seseorang untuk berisiko dengan menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu, uang, dan usaha, untuk memulai suatu perusahaan dan menjadikannya berhasil. Pada umumnya, orang yang tidak berani mengambil risiko akan menghindari kesempatan berwiraswasta. Karena, dengan bekerja kepada orang lain, mereka memiliki tanggung jawab yang lebih ringan atas kerugian perusahaan, memiliki jam kerja yang teratur, dan sering kali memperoleh penghasilan tambahan.
Sedangkan wiraswasta adalah bidang usaha atau perusahaan yang dibangun oleh seseorang dengan kepribadian tertentu (wiraswataan atau enterpreneur) sebagai alternatif penyediaan lapangan kerja, minimal bagi si pemilik modal itu.
a)      Wiraswastawan
Secara umum pengertian wiraswastawan menunjuk kepada pribadi tertentu yang secara kualitatif lebih dari kebanyakan manusia pada umumnya, yaitu pribadi yang memiliki kemampuan untuk :
·         Berdiri di atas kekuatan sendiri
·         Mengambil keputusan untuk diri sendiri
·         Menetapkan tujuan atas dasar pertimbangannya sendiri
·         Menggerakkan perekonomian masyarakat untuk maju ke depan
·         Mengambil risiko
·         Memanfaatkan kesempatan usaha yang ada, dsb.
b)             Unsur – unsur penting wiraswasta
Dalam wiraswasta tercakup beberapa unsure penting yang satu sama lainnya saling terkait, yaitu:
1)      Unsur pengetahuan mencirikan tingkat penalaran yang dimiliki seseorang. Pada umumnya unsur pengetahuan banyak ditentukan oleh tingkat pendidikan orang bersangkutan.
2)      Unsur keterampilan pada umumnya diperoleh melalui latihan dan pengalaman kerja nyata. Wiraswastawan yang dilengkapi keterampilan tinggi akan mempunyai keberhasilan yang lebih tinggi.
3)      Unsure sikap mental  menggambarkan reaksi sikap dan mental seseorang ketika menghadapi suatu situasi.
4)      Unsur kewaspadaan merupakan paduan unsur pengetahuan dan sikap mental dalam menghadapi keadaan yang akan datang. Kewaspadaan berkaitan dengan pemikiran atau rencana tindakan untuk menghadapi sesuatu yang mungkin terjadi atau diduga yang akan dialami.

2.      Perusahaan kecil dalam lingkungan perusahaan
Secara umum ada tiga cara untuk memasuki perusahaan dan menjadikannya sebagai hak milik. Ketiga cara tersebut adalah :
a.               Membeli perusahaan yang telah dibangun
b.              Memulai perusahaan baru
c.               Membeli hak lesensi (Franchising/waralaba)

3.              Perkembangan franching di Indonesia
a)              Kiat – kiat memilih usaha dengan cara waralaba (Franchising)
1.              Produk yang dijual harus disukai oleh semua orang
Misalnya : dalam bidang makanan, rasa harus disukai oleh semua orang.
2.              Merek dagang produk harus sudah dikenal, paling sedikit di 5-0 negara
3.              Harus standar dalam segala aspek (produk, manajemen, tata ruangan, dll.)
Perusahaan pemberi waralaba telah memiliki balai pendidikan dan fasilitas latihan.
b)      Jenis – jenis usaha yang potensial diwaralabakan
1.      Produk dan Jasa Otomotif
2.      Bantuan dan Jasa Bisnis
3.      Produk dan Jasa Konstruksi
4.      Jasa Pendidikan
5.      Rekreasi dan Hiburan
6.      Fastfood dan Take Away (makanan siap saji)
7.      Stan Makanan/Food Stalls
8.      Perawatan kesehatan, medis, dan kecantikan
9.      Jasa membersihkan karpet
10.  Eceran/Retailing

4.      Ciri – ciri perusahaan kecil
·         Kekuatan dan Kelemahan Usaha Kecil
Fakta menunjukan, banyak wiraswastawan memulai aktivitasnya dalam bentuk perusahaan kecil sebelum akhirnya berkembang menjadi besar. Berbagai bidang usaha memberikan kesempatan usaha, tingkat perolehan keuntungan, maupun tingkat risiko yang berbeda-beda. Contoh berbagai bidang usaha tersebut adalah usaha tani, usaha pertenakan, industri agroturisme (pariwisata pertanian), usaha jasa, dan lain-lain.
Terlepas dari bidang usaha yang dipilih, sebagaimana dijumpai pada hampir semua kondisi, perusahaan kecil juga memiliki kekuatan dan kelemahan. Kekuatan perusahaan kecil terutama berkenaan dengan kebebasannya untuk bertindak dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan setempat. Sebaliknya, kelemahan perusahaan kecil terutama berkaitan dengan spesialisasi, modal, dan jaminan pekerjaan terhadap karyawannya.
·         Keuntungan Usaha Kecil
Kebebasan dalam bertindak mengacu pada fleksibilitas gerak perusahaan dan kecepatannya dalam mengantisipasi perubahan tuntutan pasar. Hal ini lebih dimungkinkan dalam perusahaan kecil karena ruang lingkup layanan perusahaan relatif kecil, sehingga penyesuaian terhadap adopsi tekonologi yang sesuai dengan kebutuhan pasar dapat dilaksanakan dengan cepat.
Penyesuaian dengan kebutuhan setempat dapat berjalan lebih baik terutama karena dekatnya perusahaan dengan masyarakat setempat, keeratan hubungan dengan pelanggan, serta fleksibilitas penyesuaian volume usaha dalam kaitannya dengan tuntutan perubahan selera pelanggan.
·         Kelemahan Perusahaan Kecil
Perusahaan dengan ukuran apa saja (besar, sedang, maupun kecil) selalu mengandung risiko, disamping keuntungannya. Perusahaan kecil lebih mudah terpengaruh oleh perubahan situasi, kondisi ekonomi, persaingan, dan lokasi yang buruk. Perusahaan kecil mungkin memberikan upah yang baik kepada karywannya, tetapi pada beberapa hal yang terkait dengan jaminan pekerjaan, program-program training, peningkatan pendidikan formal, jaminan kesehatan, jaminan hari tua, dsb. Mereka tidak menyamai perusahaan besar. Kondisi tersebut disadari oleh pencari kerja pada umumnya, sehingga para tamatan perguruan tinggi ataupun pencari kerja pada umumnya lebih suka bekerja di tempat yang mempunyai kesempatan yang lebih terbuka untuk promosi ataupun untuk perolehan jaminan-jaminan lainnya. Hal ini dikuatkan dengan fakta bahwa perusahaan-perusahaan besar mempunyai lebih banyak kesempatan jabatan, promosi dalam karier, maupun kesempatan-kesempatan lain. Kenyataan ini menyebabkan perusahaan kecil pada umumnya memiliki posisi lebih lemah dalam persaingan untuk mendapatkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi tinggi.
·         Cara mengembangkan perusahaan kecil
Untuk mengembangkan perusahaan diperlukan pertimbangan yang matang terhadap tiga hal :
a.       Profil pribadi (dalam kaitannya dengan kelayakan kredit, referensi-referensi perincian pengalaman sejarah),
b.      Profil perusahaan (dalam kaitannya sejarah, analisis tentang para pesaing dan pasar, strategi persaingan dan rencana operasi, rencana arus uang kontan dan analisis peluang pokok),
c.       Serta paket pinjaman (dalam kaitannya dengan jumlah yang diminta, jenis pinjaman yang diminta, alas an pembenaran, jadwal pembayaran kembali dan ketentuan-ketentuan pembayaran).
·         Kegagalan – kegagalan perusahaan kecil
Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab kegagalan perusahaan kecil, seperti kurangnya pengalaman manajemen, kurangnya modal, kurangnya kemampuan dalam promosi penjualan, ketidakmampuan untuk menagih piutang yang macet, penggunaan teknologi yang sudah ketinggalan zaman, kurangnya perencanaan perusahaan, permasalahan kecakapan pribadi, kesalahan pemilihan bidang usaha, dll.
Secara umum, tanda-tanda kegagalan perusahaan ditunjukkan oleh :
a)      Penjualan yang menurun pada beberapa periode pembukuan
b)      Perbandingan utang yang semakin tinggi
c)      Biaya operasi yang semakin meningkat
d)     Pengurangan dalam modal kerja
e)      Penurunan dalam keuntungan
f)       Peningkatan kerugian
Bila tanda-tanda kegagalan tersebut mulai terlihat, perlu dipikirkan beberapa tindakan perbaikan berikut :
o   Mengurangi biaya-biaya operasi
o   Berusaha untuk meningkatkan penjualan melalui perbaikan metode pemasaran maupun iklan
o   Peninjauan kembali kerugian-kerugian kredit untuk menghindari risiko-risiko buruk
o   Memeriksa ulang posisi persediaan untuk menentukan kecukupan persediaan
o   Dan lain-lain.

5.      Perbedaan antara kewirausahaan dan bisnis kecil
Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan.
Kadang orang selalu menyamakan antara kewirausahaan dengan bisnis kecil. Pandangan yang menyamakan pengertian kewirausahaan dengan bisnis kecil dapat di maklumi karena memang kewirausahaan dengan bisnis kecil hampir sama karena memang keduanya sama-sama bergerak dalam membuka usaha. Namun di antara keduanya terdapat perbedaan. Kewirausahaan adalah keberanian seseorang mengambil risiko dengan menyatukan berbagai fungsi, produksi, termasuk bahan baku, modal, tenaga kerja dan menerima imbalan dalam bentuk laba dari nilai pasar yang di hasilkan. Sedangkan bisnis kecil adalah kegiatan usaha kecil yang sifatnya mencari keuntungan biasanya usaha ini di lakukan melalui kegiatan usaha rumahan.

Sumber :
M. Fuad, Crisine H, Nurlela, Sugiarto,Paulus YEF, Pengantar Bisnis, Gramedia, Jakarta, 2000
id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar