My Blog


Minggu, 09 Desember 2012

Review Jurnal Ekonomi Koperasi (8)

Review 8 :
Hasil Penelitian dan Pembahasan

Persepsi Anggota Terhadap Kualitas Pelayanan Koperasi Unit Desa Di Kabupaten Sleman

Oleh :
Sumadi*)
LOGIKA, Volume 5, Nomor 6, Juli 2001

1.      Hasil Penelitian Dan Pembahasan
Jumlah KUD dan jumlah anggota KUD
Data perkembangan jumlah anggota itu dapat dibaca pada tabel 4.1 di bawah ini.
Tabel 2
Perkembangan Anggota KUD Kabupaten Sleman
Tahun 1994 – 1998
Tahun
Jumlah
Anggota
Pertainbahan
Pertahun
Presentase
Pertambahan
1994
84.438
-
-
1995
86.964
5.526
6,54%
1996
91.877
1.913
2,13%
1997
91.877
0
0%
1998
93.556
1.679
1,83%
Sumber: Kantor BPS Kabupaten Sleman, 1988 setelah diolah

·         Gambaran sekilas anggota Koperasi Unit Desa Kabupaten Sleman.
Berbagai gambaran yang dikemukakan pada penelitian ini meliputi usia, perbedaan tingkat pendidikan dan frekuensi penggunaan jasa KUD bagi para anggotanya. Masing-masing gambaran itu adalah seperti yang dilaporkan berikut ini.

·         Gambaran tentang usia anggota.
Berdasarkan sampel yang diambil distribusi usia para anggota KUD tersebut dapat dibaca pada tabel 3 berikut ini.
Tabel 3
Distribusi usia anggota KUD
Usia
Jumlah
Xi
Fi.Xi
F.relatif
20 – 29
1
24,50
24,50
1%
30 – 39
13
34,50
448,50
13%
40 – 49
39
44,50
1,735,50
39%
50 – 59
29
54,50
1,580,50
29%
60 – 69
18
64,50
1,161,00
18%
Sumber : Data primer, 1999.

Berdasarkan data yang terdapat dalam tabel 3 dapat diketahui bahwa usia paling banyak anggota saat ini antara 40 - 49 tahun. Di usia tersebut manusia sedang dalam masa produktif dan mulai mengalami kematangan dalam hidupnya, sehingga kesadaran dan kemauan untuk ikut lebih aktif dalam mengembangkan organisasal diharapkan cukup besar. Berdasarkan data tersebut bilamana dihitung rata- rata usia anggota KUDsaat ini adalah 49,50 tahun.

·         Gambaran tentang tingkat pendidikan anggota KUD
Tabel 4
Distribusi tingkat pendidikan anggota
Tingkat Pendidikan
Jumlah
Persen
Tidak tamat SD
15
15%
Tamat SD
51
51%
Tamat SLTP
15
15%
TamatSLTA
16
16%
Tamat D3 / Akademi
2
2%
Tamat Sarana
1
1%
Sumber : Data primer, 1999.

Berdasarkan pada tabel 4 dapat diketahui bahwa bagian terbesar tingkat pendidikan para anggota KUD di daerah sampel penelitian masih rendah yaitu Sekolah Dasar yang mencapai 51 %. Jumlah ini bilamana diakumulasikan dengan mereka yang tidak tamat Sekolah Dasar berjumlah 66%. Dengan kenyataan inimaka kemungkinan besar diketemukannya banyak kendala dalam pembinaan KUD di Kabupaten Sleman pada umumnya akan sering atau malahan selalu dijumpai.



·         Gambaran frekuensi dan keaktifan anggota menggunakan jasa
Tingkat keaktifan para anggota menggunakan jasa KUD dapat dilihat pada tabel 5.
Tabel 5
Distribusi frekuensi tingkat penggunaan
Jasa KUD oleh para anggota
Frekuensi
Jumlah
Persen
Selalu
32
32
Sering
24
24
Jarang
35
35
Tidak pernah
9
9
Sumber : Data primer, 1999.

Dengan membaca tabel 4.4.di atas dapat diketahul bahwa mereka yang aktif dan selalu menggunakan jasa KUD sebanyak 32%, anggota yang seringmenggunakan 24%, jarang 35%, tidak pernah 9%. Dengan demikian mereka yang menggunakan jasa KUD secara kumulatif ada 91%. Porsi ini dapat dikatakan sangat bagus, sebab mereka adalah para anggota yang selalu, sering dan kadang-kadang menggunakan jasa KUD. Mereka yang tidak pernah jumlahnya sangat kecil, yaitu 9%.

·         Persepsi Anggota Terhadap Kualitas Pelayanan Koperasi Unit Desa
Hasil - hasil penelitian tentang persepsi anggota.
Bagian ini akan menguraikan tentang persepsi anggota terhadap kinerja kualitas pelayanan Koperasi Unit Desa. Data hasil-hasil penelitian rinciannya dapat dibaca di lampiran 10 yaitu di bagian akhir laporan penelitian ini. Uraian dalam sub bab atau bagian ini terdiri dari 2 hal, pertama tentang persepsi per kelompok variabel untuk dua daerah penelitian dan kedua menguraikan lebih rinci tentang indikator-indikator jenis pelayanan per butirnya.
Berdasarkan hasil penelitian terhadap para anggota Koperasi Unit Desa di 2 tempat, kinerja kualitas pelayanan koperasi secara umum mendapatkan skore rata- rata 2,90. Interpretasi atas angka skore penelitian ditentukan bahwa angka 4 artinya kinerja pelayanan KUD sangat bagus, angka 3 artinya bagus, angka 2 artinya tidak bagus dan angka 1 artinya sangat tidak bagus atau sangat jelek. Sehubungan penelitian ini dilakukan terhadap banyak anggota, maka perlu membuat angka rata-ratanya dan batas antara pelayanan yang dinilai bagus dan tidak bagus. Hal ini karena angka rata-rata yang didapatkan pasti angka pecahan atau tidak utuh. Karena angka skorenya antara 1 sampai dengan 4, maka angka batas antara bagus dan jelek adalah 2,50, yang merupakan hasil rata-rata dari ( 1+2+3+ 4 ) : (4) = 2,50. Ini artinya apabila angka rata-rata jawaban responden lebih besar dari 2,50 berarti pelayanan bagus, sedangkan bilamana lebih kecil dari atau sama dengan 2,50 berarti jelek. Secara perhitungan, maka skala itu dapat dibuat intervalnya atas hasil-hasil perhitungan rata-ratanya sebagai berikut:
Angka terbesar adalah 4 dan angka terkecil adalah 1. Jarak angka terbesar dengan angka terkecil adalah 3. Angka 3 dibagi 4 adalah 0,75, sehingga interpretasi intervalnya adalah sebagai berikut:
· 1,00 - 1,75 artinya sangat jelek atau sangat tidak bagus.
· 1,76 - 2,50 artinya jelek atau tidak bagus.
· 2,51 - 3,25 artinya baik atau bagus, dan
· 3,26 - 4,00; artinya sangat baik atau sangat bagus.
Secara umum angka rata-rata persepsi anggota terhadap kualitas pelayanan Koperasi Unit Desa (KUD) di Sleman adalah 2,90, angka ini berada pada interval 2,51 - 3,25 , dengan demikian maka secara umum kualitas pelayanan KUD dipersepsikan sudah bagus.
Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa anggota merasakan dan menilai baik atas kualitas pelayanan Koperasi Unit Desa di Sleman , namun hal ini masih belum cukup dan banyak hal-hal yang masih perlu dilihat secara lebih rinci, sebab permasalahan-permasalahan yang dapat timbul umumnya berasal dari setiap variabel, elemen, setiap jenis usaha atau malahan unit yang paling kecil. Berkaitan dengan pertimbangan analisis yang lebih kecil ini pada tabel 6. Berikut ini dapat diketahui ringkasan hasil penelitian yang lebih terperinci untuk setiap kelompok variabelnya, skore masing-masing kelompok variabel di dua daerah penelitian, dan hasil uji perbedaannya atau analysis of variancenya.

Tabel 6
Ringkasan hasil skore dan analysis of variance persepsi anggota
tentang kualitas Pelayanan secara umum
Variabel
Skore
Skore
Total
F
Hitung
F Tabel
Ket
Mlati
Turi
  1. Sarana produksi pertanian
2,480
3,180
2,803
39,915
3,94
Signif
  1. Wartel
2,690
3,120
2,905
15,501
3,94
Signif
  1. Sistem pelayanan
3,069
2,907
2,803
4,388
3,94
Tidak Sg
  1. Organisasi dan kelembagaan
2,698
2,907
2,803
4,388
3,94
Signif
Rata-rata
2,734
3,065
2,900
16,278
3,94
Signif
Sumber: Anal isa data primer 1999

Berdasarkan tabel 6. di atas telah dapat diketahui hasil skore rata-rata setiap variabel pengukur kualitas pelayanan KUD oleh para anggotanya. Namun skore penilaian yang lebih rinci lagi untuk setiap variabel tersebut dapat dibaca pada tabel 7 yangmemuat uraian sampai dengan unsur-unsur pelayanan secara teknis oleh KUD.
Tabel 7
Ringkasan hasil penelitian tentang skore kualitas pelayanan
Variabel
Sub. Variabel (indikator)
Mlati
Turi
Total
Ket
  1. Sarana produksi pertanian
  2. Bmg Konsumsi
  3. Wartel
  1. Pupuk
  2. Obat/Insektisida
  3. Bibit
  4. Barang konsumsi
  5. Wartel
2,36
2,52
2,46
2,50
2,90
2,82
-
-
-
3,10
2,82
1,26
1,23
1,20
3,00
Kurang Bagus
Jelek
Jelek
Jelek
Bagus
  1. Sistem Pelayanan
  1. Ketepatan waktu
  2. Kecepatan
  3. Keramahan
  4. Kepedulian
  5. Akurasi catatan Rekening Listrik
  6. Penanganan gangguan listrik
  7. Pembayaran rekening listrik
3,20
3,10
3,20
2,60
3,00

3,20

3,10
3,20
3,10
3,30
2,80
2,90

3,20

2,90
3,20
3,10
3,30
2,80
2,90

3,20

3,00
Bagus
Bagus
Bagus
Kurang Bagus
Kurang Bagus
Bagus
Bagus
  1. Organisasi dan kelembagaan
  1. Ikut memiliki
  2. Kebangaan
  3. Kerja pengurus
  4. Kerja karyawan
  5. Manajemen KUD
  6. Bamtuan kredit

2,70
2,50
2,60
3,00
2,60
2,60

3,10
3,10
2,70
3,10
2,70
2,70
2,90
2,80
2,70
3,10
2,60
2,70
Kurang Bagus
Kurang Bagus
Kurang Bagus
Bagus
Kurang Bagus
Kurang Bagus
Sumber: Analisa Data Primer, 1999

Penelitian kualitas pelayanan KUD inimenggunakan indicator 5 variabel pokok, yaitu penyediaan barang-barang sarana produksi pertanian, penyediaan barang konsumsi, unit pelayanan warung telekomunikasi (wartel), sistem pelayanan dan organisasi/kelembagaan. Skore rata-rata hasil penilaian anggota KUD di Sleman telah dilaporkan pada tabel 7. Tabel tersebut memuat skore rata-rata di KUD Mlati, KUD Turi, skore rata-rata di dua KUD, angka uji F hitungnya, F tabel dan kolom kesimpulan.
Perbandingan nilai skore rata-rata untuk ke-5 indikator antara KUD Mlati yang mewakili wilayah perkotaan dengan KTTD Turi yang mewakill daerah Pedesaan Oauh dari kota) dapat diketahul bahwa secara keseluruhan skore rata-rata KUD Mlati lebih rendah dibanding KUD Turi. Ini berarti kualitasn pelayanan di KUD Mlati di nilai lebih rendah dibandingkan dengan penilaian di KUD Turi oleh para anggotanya. Dengan berasumsi bahwa jasa pelayanan yang diberikan oleh KUD relatif sama,maka orang-orang atau anggota koperasi yang tempat tinggalnya ada di daerah perkotaan atau yang dekat dengan kota tuntutan akan kualitas pelayanan yang baik jauh lebih besar. Hal yang sangat logis, sebab di daerah perkotaan atau dekat dengan kota para anggota umumnya telah memiliki wawasan yang lebih luas dan kesadaran untuk mendapatkan pelayanan lebih baik dari suatu institusi adalah menjadi haknya. Sedangkan masyarakat yang tinggalnya jauh dari kota pada umumnya tidak banyak tuntutannya, termasuk dalam hal pelayanan oleh KUD.
Perbedaan nilai skore rata-rata antara KUD Mlati dan KUD Turi secara umum signifikan pada derajad 0.05, hal ini dapat dilihat pada tabel 7. Atas dasar tabel tersebut dapat diketahui bahwa angka F hitung 16,278 dang angka F tabelnya 3,94. Jadi angka F hitung lebih besar dari F tabel. Hal ini berarti akan menolak hipotesis nihil (Ho) yang menyatakan bahwa tingkat kualitas pelayanan KUD Mlati sama dengan KUD Turi atau akan menerima hipotesis Alternatif ( Hl ) bahwa tingkat kualitas pelayanan KUD Mlati lebih rendah dibandingkan KUD Turi atau Mlati < fi Turi. Indikator variabel yang lain, yaitu penyediaan sarana produksi pertanian,wartel, organisasi dan kelembagaan hasilnya sama yaitu terjadi perbedaan yang signifikan pada derajad 0.05, sebab F hitungnya lebih besar dari F tabel 0.05, sedangkan untuk variabel organisasi dan kelembagaan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kedua KUD, sebab F hitungnya lebih kecil dari F tabel.
Setelah diuji signifikansi perbedaan kualitas pelayanan diantara kedua KUD, dan hasilnya secara umum ternyata berbeda, namun apabila di nilai dari skore rata-rata untuk kelima variabel, baik untuk KUD Mlati, KUD Turi dan rata-rata untuk keduanya hasilnya berada pada interval angka 2,51 - 3,25. Hal ini berarti tingkat kualitas pelayanan KUD diMlati, Turi dan secara umum di Kabupaten Sleman adalah baik.
Selanjutnya, apabila lebih dicermati untuk setiap unsur-unsur teknis pelayanan, dapat diketahui yang cenderung, mendekati kurang memuaskan atau dinilai jelek adalah:
§  Penyediaan sarana produksi pertanian yang berupa penyediaan obat-obatan dan bibit, baik untuk KUD Mlati, KUD Turi dan secara umum, sebab angkanya dibawah 2,50.
§  Pengadaan barang konsumsi, diKUD Mlati nilai skore angkanya berada pada kelompok jelek. Sedangkan di KUD Turi malah tidak ada pelayanan sama sekali.
§  Organisasi dan kelembagaan yang berupa belum adanya rasa bangga sebagai anggota KUD Mlati

Unsur-unsur yang dinilai kurang bagus kualitas pelayanannya adalah:
§  Pengadaan saprotan yang berupa penyediaan pupuk.
§  Sistem Pelayanan yang berupa kepedulian koperasi terhadap para anggota, akurasi catatan listrik.
§  Organisasi dan kelembagaan, yang berupa perasaan ikut memiliki, kebanggaan, kerja pengurus dan pengurusan KreditUsaha Tani (KUT).
Sedangkan unsur-unsur yang telah di nilai baik oleh para anggota adalah:
Sistem pelayanan yang berupa ketepatan waktu dalam melayani anggota, kecepatan dalam melayani anggota, keramahan karyawan, penanganan gangguan listrik dan pelayanan pembayaran rekening listrik.Untuk organisasi dan kelembagaan yang telah dinilai baik adalah kerja karyawan.

Nama               : Ani Puji Lestari        
NPM/ Kelas    : 20211909/2EB09
Fak./Jurusan    : Ekonomi/Akuntansi
Tahun              : 2012


Tidak ada komentar:

Posting Komentar