My Blog


Senin, 10 Desember 2012

Review Jurnal Ekonomi Koperasi (10)

Review 10 :
Abstrak, Pendahuluan

Penerapan Rancangan Kebijakan Akuntansi Koperasi dalam Meningkatkan Jumlah Koperasi Bersertifikat di Kabupaten Pontianak

Oleh :
Ninik, Kartawati, Linda
Jurnal Ekonomi dan Manajemen Volume8, Nomor1, Februari 2007

Abstact
The background of this research is the data of Cooperative Service 2003/2004 on certified cooperatives. The data indicate that there are only 50 certified cooperatives of 222 cooperatives estabilished. It means that there are still 172 cooperatives that have not been certified yet. The problem of this research is how well the application of cooperative accounting policy Designing Pontianak regency; and how well the application of cooperative accounting policy design which is being developed, can be a measurement system. The purposes of this research are (1) to develop cooperative accounting policy design to use in determining standard classification of cooperatives in Pontianak regency; (2) to socialize the measurement classification for cooperatives based in Minister Decree No 129/KEEP.M/M.KUKM/XI/2002 on classification guideline for cooperatives to measure themselves how far the cooperatives can get certification. The contribution of this research is to encourage the cooperatives to develop themselves in the future as well as to socialize the Minister Decree. Cooperative as an economic enterprise on the basis of grassroots’ economy has its own performance accordance with a paradigm, vision, and mission. The method of this research is Cases Study. The number of population of this research is 172 cooperative which have not been certified yet. The cooperatives were classified by using cluster sampling. The number of sample is 3 cooperatives. The sample represents funtional cooperatives (Koperasi Karyawan Sari Kusuma, Kuala Dua), developing cooperatives with other parties support (Koperasi Mandiri, Mempawah Hilir), and developing cooperatives with self support (Koperasi Jaya Utama Perkasa, Air Besar). The evaluation worksheet resulted “B” for Koperasi Karyawan Sari Kusuma, “D” for Koperasi Mandiri and “D” for Koperasi Jaya Utama Perkasa. The application of Cooperative Accounting Policy Design is good enough usefull in Pontianak regency. The system developed by annual steps like; Envisioning, Planning, Developing, and Stabilizing. Final conclusion defined as the weakness of work group, cooperative department more socialize the Minister Decree for the next future. There are same advises on this research that work  group should be more actived to develop the cooperative, and every cooperative which ready to certificated has to report their financial report based on cooperative accounting.
Keywords : design, cooperative, evaluation work sheet, socialize

1.      Pendahuluan
Di Indonesia telah dicanangkan oleh pendiri negara kita, bahwa koperasi merupakan lembaga ekonomi yang cocok dengan spirit masyarakat Indonesia yang menjujung tinggi kekeluargaan. Pembangunan koperasi di Indonesia umumnya dan khususnya di Kalimantan Barat mendapat dukungan pemerintah dan justifikasi dalam ketentuan-ketentuan hukum, antara lain : (1) Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 1, (2) Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), dalam arah kebijakan pembangunan bidang ekonomi. (3) Undang-Undang nomor 25 tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (Propenas) tahun 2000-2004 (4) Keputusan Gubernur Kalimantan Barat nomor 307 tahun 2001 tentang Program Pembangunan Daerah (Propeda) tahun 2001-2005. Namun dukungan tersebut tidak sejalan dengan fakta yang terjadi di lapangan. Koperasi belum tumbuh dan berperan seperti yang diharapkan. Salah satu aspek penting dalam gerakan koperasi di Indonesia adalah lahirnya keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil menengah nomor 129/KEP/M.KUKM/XI/2002 tentang pedoman klasifikasi Koperasi. Dalam keputusan ini setiap koperasi yang terdaftar  diklasifikasikan ke dalam 4 (empat) kategori yaitu, Kelas A koperasi dengan Peringkat Sangat Baik (nilai 75-100), Kelas B Koperasi dengan Peringkat Baik (nilai (70-84), Kelas C koperasi dengan Peringkat Cukup Baik (nilai 55-69) dan Kelas D koperasi dengan peringkat Kurang Baik (nilai kurang dari 55). Kelas-kelas tersebut diatur dan ditetapkan oleh Departemen Koperasi dalam tujuh prinsip koperasi, yaitu : (1) Keanggotaan sukarela dan terbuka; (2) Pengendalian oleh Anggota secara demokratis; (3) Partisipasi ekonomi Anggota; (4) Otonomi dan Kemandirian; (5) Pendidikan, pelatihan dan informasi; (6) Kerjasama di antara koperasi-koperasi; dan (7) Kepedulian terhadap komunitas, di Kabupaten Pontianak, saat ini berdasarkan data Dinas Koperasi terdapat 222 buah koperasi, tetapi yang baru bersertifikat berjumlah 50 Koperasi dengan komposisi debagai berikut :
No
Keterangan
Jumlah
Presentase
1
2
3
4
1
Bersertifikasi A
1
0,44%
2
Bersertifikasi B
21
9,46%
3
Bersertifikasi C
14
6,31%
4
Bersertifikasi D
14
6,31%
5
Belum bersertifikasi
172
77,48%
Jumlah
222
100,00%
Sumber : Dinas Koperasi Kab. Pontianak tahun 2003 (setelah diolah)

            Dari Tabel 1 diketahui bahwa jumlah koperasi bersertifikat hanya 22,52% sedangkan 77,48% belum bersertifikat. Hanya 0,44% saja yang mendapat predikat sangat baik. Tentu ini sangat mengecewakan bahwa ditengah tuntutan yang besar kepada koperasi untuk dapat berperan sebagai sokoguru ekonomi negara Indonesia ternyata koperasi yang bersertifikat masih sangat kecil. Menurut Tambunan (2002) Pembangunan koperasi menunjukkan kemajuan yang angat pesat pada periode 2000-2003, jika diukur dengan jumlah koperasi, jumlah anggota, aktiva dan volume usaha. Pertumbuhan jumlah koperasi meningkat menjadi 123.162 unit pada tahun 2003, meningkat 20.085. jumlah koperasi yang telah melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan jumlah koperasi. Jumlah koperasi yang melaksanakan RAT pada tahun 2000 sebanyak 36.283 unit meningkat menjadi 44.647 unit. Jumlah anggota koperasi pada tahun 2003 sebanyak 27,28 juta orang, meningkat 4,42 juta atau 19,35% dari tahun 2000 sebanyak 22,85 juta orang. Periode pertambahan jumlah anggota koperasi relatif besar terjadi pada periode 2002-2003 yang meningkat lebih dari 3,279  juta orang. Hal ini diduga akibat meningkatnya kemampuan koperasi memberikan layanan, terutama kegiatan simpan pinjam dengan efektifnya dana bergulir untuk koperasi. Koperasi mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 226.954 orang yang terdiri dari 25.493 orang manajer dan 201.461 orang karyawan pada tahun 2003, yang berarti koperasi mampu menciptakan lapangan kerja sebesar 51,79% dari tenaga kerja yang mampu diserap oleh usaha besar. Volume usaha koperasi pada tahun 2003 mengalami peningkatan sebesar37,02% menjadi Rp 31.682,95 miliar dari volume usaha koperasi pada tahun 2000 sebesar Rp 23.122,15 miliar. Volume usaha Koperasi ini setara dengan 7% dari volume usaha menengah di Indonesia. Menurut Bawsir (2000) bahwa Modal sendiri koperasi mengalami peningkatan yang sangat signifikan (38,12%) selama periode 2000-2003. Modal luar juga mengalami peningkatan yang pesat sebesar 20,71% selama periode yang sama. Peningkatan modal luar ini diduga sebagian berasal dari dana bergulir yang difasilitasi oleh pemerintah (MAP, subsidi BBM, dll). Stimulan dana bergulir ini terbukti mampu meningkatkan partisipasi anggota untuk bertransaksi dengan koperasi dan meningkatkan partisipasi anggota dalam permodalan koperasi. Tujuan jangka pendek adalah untuk menghapuskan penggolong-golongan status ekonomi masyarakat, baik berdasarkan ras atau tingkat penguasaan faktor-faktor produksi. Sedangkan tujuan jangka panjangnya adalah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengendalikan jalannya roda perekonomian. Pergeseran ini menegaskan bahwa pengembangan ekonomi kerakyatan harus dilakukan secara demokratis. Adalah tugas pemerintah untuk secara berangsur-angsur memperbarui perangkat hukum yang mendasari penyelenggaraan sistem ekonomi nasional, yaitu untuk mewujudkan sistem ekonomi kerakyatan (Wijaya, 2002)

Nama               : Ani Puji Lestari        
NPM/ Kelas    : 20211909/2EB09
Fak./Jurusan    : Ekonomi/Akuntansi
Tahun              : 2012


Tidak ada komentar:

Posting Komentar